MUSTIKA HOMESCHOOLING

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

 

LANDASAN HUKUM PENDIDIKAN INDONESIA

 

 

          Pada pasal 31 ayat 1 UUD 1945 berbunyi : "Setiap Warga negara berhak mendapatkan pendidikan" artinya bahwa pendidikan itu adalah hak mutlak untuk setiap warga usia dini, usia sekolah, remaja dan orang tua.

 

Hak untuk mengenyam pendidikan dari tingkat dasar sampai tingkat tinggi sesuai dengan sebagian uraian pembukaan UUD 1945 alinea ke 4 " memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa"

 

         Tujuan utama pemerintah : Pendidikan adalah mengajarkan budi pekerti, dan etika. Hal ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam keluarga maupun bermasyarakat. Setelah itu institusi dan tenaga pendidik akan mengajarkan keterampilan  yang membuat benih manusia mampu menyokong hidupnya sendiri (mandiri) di masa depan.

 

Referensi Undang-Undang Pendidikan

 

UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pasal 31 Ayat (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.Ayat (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

 

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional:

Pasal 13 Ayat (1):Jalur Pendidikan terdiri atas formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.

 

Pasal 26:Ayat (1) Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka sepanjang hayat.

 

Ayat (4) Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.

 

Ayat (6) Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.Dalam hal ini, Pemerintah tidak mengatur standar isi dan proses pelayanan informal kecuali standar penilaian apabila akan disetarakan dengan pendidikan jalur formal dan nonformal sebagaimana yang dinyatakan pada UU No. 20/2003

 

Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 107/MPN/MS/2006

Setiap orang yang lulus ujian kesetaraan Paket A, Paket B, atau Paket C, masing-masing memiliki hak eligibilitas yang sama dan setara dengan, berturut-turut, pemegang ijazahSD/MII, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK untuk dapat mendaftar pada satuan pendidikan yang lebih tinggi.Status kelulusan progam pendidikan setara dengan pendidikan formal dalam memasuki lapangan kerja.Setiap lembaga diminta mematuhi ketentuan perundang-undangan tersebut di atas agar tidak diindikasikan melanggar hak asasi manusia.

 

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.129 Tahun 2014 tentang ”Sekolah Rumah (Home Schooling)"

Pasal 1 Ayat (4): Sekolah rumah adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain dalam bentuk tunggal, majemuk dan komunitas dimana proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dengan tujuan agar setiap potensi didik yang unik dapat berkembang maksimal.

 

Pasal 4 Ayat (1):Hasil pensisikan Sekolah rumah diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai standar nasional pendidikan

.Pasal 12:Peserta didik Sekolahrumah dapat mengikuti UN/UNPK pada satuan pendidikan formal atau nonformal yang disetujui atau ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/kota setempat.

 

 

 

IJASAH DAN LEGALITAS HOME SCHOOLING

 

Apakah pemerintah mengakui homeschooling?

Bagaimana ijazah anak homeschooling?

Bisakah anak homeschooling melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi?

 

 

Home Schooling Diakui Negara

 

Kebijakan mengenai pendidikan di Indonesia diatur dalam UU no. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Didalam UU tersebut, disebutkan mengenai keberadaan 3 (tiga) jalur pendidikan yang diakui pemerintah, yaitu: jalur pendidikan formal (sekolah), nonformal (kursus, pendidikan kesetaraan), dan informal (pendidikan oleh keluarga dan lingkungan).

 

Walaupun UU Sisdiknas tidak menyebutkan secara khusus istilah homeschooling/home education/sekolah rumah, substansi HS/HE adalah pendidikan informal.

 

Ketentuan mengenai pendidikan informal diatur dalam UU Sisdiknas no 20/2003 pasal 27 :

“Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.”

 

“Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.”

 

Selain itu, saat ini ada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no 129/2014 tentang Sekolah Rumah (Home Schooling).

 

Memang pada dasarnya Home schooling sendiri dilakukan oleh orang tuanya sendiri, tetapi dengan keterbatasan waktu para orang tua yang harus bekerja, maka didalam memberikan pembelajaran setiap hari kepada sang anak akan menjadi sedikit masalah, terutama pada anak berkebutuhan khusus yang penanganannya tidak semudah anak normal lainnya.

 

Maka dalam hal ini peran lembaga pendidikan yang berbasis khusus untuk anak berkebutuhan khusus sangat diperlukan. Materi, kurikulum dan cara pembelajaran yang diajarkan sangat penting untuk perkembangan sang anak nantinya.

 

Bagaimana Ijazah Anak Homeschooling

 

Anak-anak homeschooling (jalur pendidikan informal) dapat memperoleh ijazah dengan cara mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional Melalui PKBM yang telah ditunjuk dan disahkan pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan Nasional . Ujian Kesetaraan terdiri atas tiga jenjang, yaitu Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).

 

Dengan memiliki ijazah Paket C, seorang anak dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi manapun yang diinginkannya. Sudah banyak anak-anak HS/HE yang mengikuti ujian Paket C dan kemudian melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta.

 

PKBM kepanjangannya adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. PKBM adalah sebuah lembaga nonformal (seperti sekolah) tempat diselenggarakannya Ujian Kesetaraan atau Ujian Paket. Lembaga itu biasanya ada di setiap kota. Ada PKBM negeri (milik pemerintah), ada juga PKBM swasta. Jadi seperti sekolah, ada sekolah negeri dan sekolah swasta.

 

 

BIAYA HOME SCHOOLING

 

"Apakah Biaya Homeschooling untuk anak berkebutuhan khusus itu mahal?"

Banyak kabar beredar di negeri kita ini bahwa biaya homeschooling itu mahal.

 

" Hakekat sebenarnya nominal biaya homeschooling bisa lebih murah dibandingkan sekolah umum (formal) "

 

Mengapa Demikian

 

Karena biaya tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran anak, terutama untuk anak berkebutuhan khusus, apalagi dengan metode pengajaran yang dilakukan adalah dengan 1 guru untuk 1 murid, maka pembelajaran akan lebih terfokus dan maksimal karena murid akan sangat terperhatikan.

 

Pada sekolah umum (formal) disamping banyak embel-embel biaya lain seperti uang gedung, LKS, Seragam, buku paket, dan lain lain, untuk anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah formal yang notabene sekolah tersebut adalah sekolah umum maka pembelajaran dilakukan dengan 1 guru untuk puluhan murid dalam 1 kelas dan mata pelajaran yang diajarkan juga mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda beda, maka banyak dari pihak sekolah meminta kepada orang tua anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah umum untuk menyediakan guru pendamping (shadow) bagi sang anak dengan harapan anak berkebutuhan khusus tersebut dapat terbantukan dalam menerima materi pelajaran yang diberikan guru pengajar, Itu belum dihitung lagi biaya operasional harian siswa/i untuk pulang-pergi sekolah, juga uang saku harian. Maka dapat disimpulkan masalah biaya disini akan menjadi lebih banyak.

 

Pada homeschooling sendiri biaya tergantung dengan materi dan kurikulum yang disediakan oleh institusi homeschooling, sementara sisanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak, biasanya akan ada biaya administrasi per bulan dimana biaya itu untuk membayar guru pengajar, materi dan paket belajar. Guru pengajar untuk anak berkebutuhan khusus umumnya telah berpengalaman dalam menangani pembelajaran anak berkebutuhan khusus.

 

Biaya tambahan pun tergantung kepada kurikulum pembelajaran. Apabila ada kebutuhan untuk pembelajaran di luar rumah maka akan ada biaya tambahan seperti transportasi dan biaya makan.

 

Jadi pada dasarnya kebutuhan biaya homescholing tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan dasar anak berkebutuhan khusus.

 

 

MUSTIKA HOMESCHOOLING ABK

----------------------------------------

PROGRAM HOME SCHOOLING (SEKOLAH RUMAH)

 

MUSTIKA Homeschooling adalah "Sekolah di rumah yang dikhususkan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)" di Kota Malang dan Surabaya, Saat ini kami bermitra dengan PKBM MENTARI yang terdaftar resmi kemendikbud RI dengan sertifikat Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) P9908793, No SK operasional kegiatan belajar mengajar : 4201/04/PKBM/35.07.101/2019, Nomor SK Pendirian : 400/10/421.102/2010 tertanggal : 2010-03-17, terakreditasi : C, Nomor SK akreditasi : 044/K/SK/AKR/2016, tertanggal : 02-11-2016.

 

Homeschooling MUSTIKA menyediakan jenjang pendidikan PAUD, TK, SD,SMP & SMA. Dalam hal ini untuk jenjang pendidikan SD, SMP & SMA siswa/i yang terintegrasi secara online dengan sistem pendidikan nasional, sehingga siswa dapat mengikuti ujian nasional dan menerima ijasah nasional.

 

Materi pembelajaran Homeschooling Mustika berdasarkan pada kurikulum pendidikan nasional yang sesuai dengan jenjang pendidikan siswa/i, disamping itu kami juga memberikan pembelajaran Bina Mandiri dan kegiatan bersosialisasi di luar rumah.

 

Kami akan mengobservasi siswa/i sebelum masuk terdaftar sebagai murid MUSTIKA HOMESCHOOLING, observasi tersebut diperlukan agar kami dapat menggali lebih dalam tentang kelebihan dan kekurangan siswa/i.

 

Selama ini kami memberikan pengajaran 1 guru pengajar 1 murid diharapkan agar murid dapat lebih terampil di akademiknya, contoh : baca, tulis hitung dan materi pelajaran Agama, PKN, IPA, IPS, Bhs. Indonesia, Bhs. Inggris dan Matematika.

selain terampil di akademiknya diharapkan murid juga dapat terampil di interaksi sosialnya, contohnya : kami akan melakukan kegiatan diluar rumah dimana siswa/i akan bertemu untuk berinteraksi melakukan kegiatan bersama-sama.

 

Tenaga pengajar kami telah mendapatkan pelatihan dan pengalaman yang lebih dari cukup didalam membimbing belajar baca, tulis dan hitung kepada anak-anak berkebutuhan khusus, tenaga pengajar kami selain dapat membimbing di bidang akademiknya juga bisa memberikan bimbingan dalam berinteraksi sosialnya.

 

 

MUSTIKA HOMESCHOOLING ABK

-----------------------------------------

PROGRAM GURU PRIVAT (LES PRIVAT) DI RUMAH

 

Mustika Homeschooling juga menyediakan progam berupa bimbingan belajar (Les) privat CALISTUNG (Baca, Tulis, dan Hitung) Guru datang ke rumah murid. Program ini sengaja kami persiapkan karena kebutuhan untuk anak berkebutuhan khusus yang telah bersekolah diluar tetapi masih kesulitan dalam pelajarannya terutama membaca, menulis dan berhitung (Calsitung).

 

Untuk pembelajaran Calistung sendiri, pada anak berkebutuhan khusus, sebaiknya dilakukan sejak usia dini, umumnya sejak usia anak berumur 4 tahun - 6 tahun (usia PAUD), karena ada beberapa kelebihannya sebagai berikut :

 

1) Anak berlatih untuk lebih memahami akan arti sebuah peraturan (perintah).

2) Menjadikan pribadi anak lebih dapat mengenal disiplin waktu.

3) Dengan berlatih Calistung sejak dini maka kemampuan anak akan lebih terasah.

 

Juga sebaiknya anak berkebutuhan khusus berlatih (dilatih) kemampuannya setiap hari dalam hal ini peran orang tua sangatlah penting, tetapi banyak dari orang tua yang bekerja sehingga tidak mudah dalam memberikan perhatian kepada sang anak untuk berlatih. Mengacu dari pengalaman tersebut kami memberikan sistem pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus secara privat dengan sistem HARIAN dan REGULER.

SISTEM PEMBELAJARAN HARIAN (PER KUNJUNGAN)

 

Sistem pembelajaran harian ini orang tua dapat menentukan berapa kali pertemuan belajar dalam 1 bulan (bisa 2x seminggu atau 4x sebulan , dll) dengan waktu belajar yang fleksible dan dapat disesuaikan per kunjungan

 

SISTEM PEMBELAJARAN PAKET REGULER

Untuk sistem reguler murid akan mendapatkan paket pembelajaran mulai hari Senin sampai dengan hari jumat setiap hari setiap bulan, dengan waktu belajar yang fleksible dan dapat disesuaikan. Sistem ini sebenarnya yang sangat dibutuhkan oleh anak berkebutuhan khusus karena mereka akan berlatih kemampuan setiap hari.

Program Guru Privat (Les Privat) ini pada dasarnya untuk melatih anak berkebutuhan khusus untuk terus setiap hari minimal 60 menit perhari nya untuk melakukan penataan diri sesuai dengan perintah yang diberikan yang diharapkan agar dapat meningkatkan kemampuannya meski secara umum masih banyak kekurangan dari anak tersebut.

Untuk bimbingan belajar (Les Privat) ini siswa/murid tidak mengikuti Ujian Negara dan tidak mendapatkan Ijasah Negara, karena hanya bersifat les privat. Siswa hanya mendapatkan sertifikat bimbingan belajar (les privat) dengan apabila telah mengikuti bimbingan belajar minimal waktu belajar 180x pertemuan.

PENDAFTARAN DAN BIAYA

 

PENDAFTARAN DAN BIAYA PROGRAM SEKOLAH RUMAH ( HOME SCHOOLING ) - BERIJAZAH NASIONAL

 

 

PENDAFTARAN SISWA BARU (PSB)

 

I. BIAYA PENDAFTARAN

- 1x Pembayaran

 

II. JADWAL PENDAFTARAN

Menyesuaikan

 

Catatan:

Pendaftaran ditutup jika kuota sudah terpenuhi

                  

III. JADWAL BELAJAR

Menyesuaikan

 

IV. WAKTU PENDAFTARAN

Waktu pendaftaran setiap hari Senin-Jumat pukul : 09.00 - 15.00 WIB

 

V. CARA PENDAFTARAN

- Home Visit

- Kantor Mustika Homeschooling di Perum Pondok Mutiara J8/9, Dengkol, Singosari, Malang.

 

VI. PERSYARATAN PENDAFTARAN

- Membayar biaya pendaftaran

- Mengisi formulir pendaftaran

- Mengisi formulir pembayaran

- Menyerahkan berkas pendaftaran

 

VII. BERKAS PENDAFTARAN

1. Foto 3 x 4 = 4 lembar

2. Foto Copy Akta Kelahiran  = 4 lembar

3. foto Copy Ijasah terakhir = 4 lembar

4. Foto Copy KK/KSK = 4 lembar

5. Foto Copy Rapot  = 4 lembar

 

Catatan:

Untuk siswa/ peserta didik pindahan WAJIB menyertakan Surat Mutasi dari sekolah sebelumnya.

 

 

PENDAFTARAN DAN BIAYA PROGRAM GURU PRIVAT DI RUMAH ( LES PRIVAT )

 

GURU PRIVAT (LES PRIVAT)
HARIAN ( PER KUNJUNGAN )
Pendaftaran: 1x Biaya Pendaftaran
Durasi pembelajaran : Menyesuaikan
Waktu Belajar : Bebas Menyesuaikan
Hari Pembelajaran : Bebas Pilih Hari
Pilihan Hari Belajar : Hari Senin s/d Jumat
GURU PRIVAT (LES PRIVAT)
PAKET REGULER / PAKET HEMAT
Pendaftaran: 1x Biaya Pendaftaran
Durasi pembelajaran : Menyesuaikan
Waktu Belajar : Bebas Menyesuaikan
Hari Pembelajaran : Paket
Pilihan Hari Belajar : Setiap Hari Senin s/d Jumat

MUSTIKA HOMESCHOOLING

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

 

Alamat kantor kami :

hotline : 0838 3555 5279  ;  0852 3043 0909

Our map :
Penjelasan lebih detail dapat langsung menghubungi kami, Terimakasih.

A R T I K E L

PERLUNYA PEMAHAMAN TENTANG ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)

Siapakah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ini, marilah kita kenali dan pahami bahwa ABK juga menjadi bagian terpenting dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita temui mereka dalam situasi dan kondisi yang kadang tidak kita sangka dan sadari. Karena sebenarnya berada diantara ABK akan memberi ruang bagi kita untuk berbagi kasih sayang dan berbagi apa yang bisa kita berikan untuk mereka.

 

Agar kita tidak salah dalam mengenali dan salah dalam memahami ABK ini mari kenali siapa saja mereka yang termasuk dalam kategori Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan bagaimana karakteristiknya.

 

Yang termasuk ABK, dalam hal ini Anak Berkebutuhan Khusus adalah :

1.Tunanetra,

2.Tunarungu,

3.Tunawicara,

4.Tunagrahita,

5.Tunadaksa,

6.Tunalaras,

7.Tunaganda,

8.Berkesulitan belajar,

9.Lamban belajar,

10.Autis,

11.Gangguan konsentrasi dan Hiperaktif,

12.Memiliki gangguan motorik,

13.Menjadi korban penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, dan zat adiktif lainnya,

14.Memiliki kelainan lainnya.

 

Suatu kejadian tentunya dipastikan ada penyebabnya, bisa dikatakan hukum sebab-akibat. Dari sisi lain, sering kita mendengar bahwa ABK adalah sebuah karma dari dosa orang tua ataupun leluhur yang diwariskan ke anak-cucu. Tetapi bila kita mengacu berdasarkan keilmuan yang penulis pelajari, faktor yang bisa menyebabkan ABK,  yaitu: karena penyakit, kecelakaan, bencana, atau sebab lainnya pada saat pra natal, peri natal, atau post natal yang mengakibatkan bagian tubuh, struktur tulang, sendi, otot, sistem syaraf, dan cara kerja tubuh pada anak yang tidak atau kurang mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya, anak memiliki gangguan dalam pertumbuh-kembangannya yang membatasi aktivitas dan menghalangi partisipasi dalam lingkungan belajarnya.

 

Setelah kita membahas siapakah ABK, siapa saja yang termasuk ABK dan penyebab ABK, sekarang marilah kita membahas lebih dalam lagi yaitu:“Bagaimanakah cara cara kita mengenali ABK?”. Penjelasannya demikian. Anak berkebutuhan khusus mempunyai karakteristik khusus yaitu ciri-ciri pembeda yang sangat menonjol pada diri anak yang dapat dikenali sebagai ciri fisik dan ciri non fisik.

 

Ada beberapa cara untuk mengenalinya yaitu dengan :

1.Identifikasi,  yaitu sebuah proses menemukan dan mengenali,

2.Asesmen, yaitu sebuah proses mengumpulkan informasi lanjutan,

3.Fungsional, dilakukan dengan cara observasi dan wawancara,

4.Asesmen klinis, yaitu proses formal dengan menggunakan alat-alat test melalui psikolog, psikiater ataupun dokter.

 

Setelah kita mengetahui, siapa yang termasuk ABK, saatnya kita menjelaskan secara detail tentang ABK, sehingga pemahaman sahabat pembaca bertambah, yang termasuk ABK adalah:

 

1) Anak dengan Gangguan Penglihatan (TUNANETRA),

yaitu  anak yang tidak atau kurang dapat melihat. Menurut Hallahan & Kaufman, anak yang lemah penglihatan (low vision,red) maupun yang totally blind , termasuk kategori anak dengan gangguan penglihatan.

 

Karakteristik khusus anak tunanetra adalah:

- Sering menabrak ketika bergerak

- Kesulitan membaca huruf pada buku bacaan atau tulisan pada papan tulis

- Kesulitan menulis pada garis lurus

- Memegang buku dekat ke muka ketika membaca

- Sering mengeluh kepala pusing atau mata gatal atau mata berair

- Bentuk dan warna bola mata berbeda, bola mata bergoyang-goyang, mengecil, atau berwarna putih

- Sering meletakkan barang di tempat yang salah

- Sering hendak terjatuh ketika melewati rintangan jalan

- Sulit meniru gerak

- Sulit mengenal gambar jika warna kurang kontras.

- Sulit meraba barang yang ada di dekatnya

 

2) Anak dengan Gangguan Pendengaran-Wicara (TUNARUNGU), yaitu  anak yang tidak atau kurang dapat mendengar atau berbicara.

 

Menurut IDEA (Individual Disability Education Act,red), tingkat gangguan pendengaran dikelompokkan sebagai berikut :

 

- Gangguan pendengaran sangat ringan (27 – 40 dB)

- Gangguan pendengaran ringan (41 – 55 dB)

- Gangguan pendengaran sedang (56 – 70 dB)

- Gangguan pendengaran berat (71 – 90 dB)

- Gangguan pendengaran total (di atas 91 dB)

 

Karakterstik khusus anak tunarungu adalah :

- Tidak menyadari adanya bunyi

- Tidak melihat ke sumber suara

- Terlihat mendekatkan telinga pada sumber bunyi

- Telinga mengeluarkan cairan

- Berbicara keras dan tidak jelas

- Sulit untuk mengungkapkan perasaan dengan tepat

- Cenderung menggunakan mimik atau gerakan untuk berkomunikasi

- Cenderung pemata (mendapatkan informasi dengan melihat langsung,red)

 

3) Anak dengan Gangguan Gerak (TUNADAKSA), yaitu  anak yang tidak atau kurang dapat menggunakan tangan dan atau kakinya untuk bergerak

 

Karakteristik khusus anak tunadaksa adalah :

- Sulit menggerakkan tubuh

- Sulit untuk berpindah dari satu posisi ke posisi lain

- Sulit meraih benda di tempat tinggi atau rendah

- Gerakan tubuh kaku atau layu

- Sering terjatuh

- Penderita CP dan penderita kekakuan otot bicara akan mengalami gangguan bicara

 

4) Anak dengan Kecerdasan di bawah rata-rata (TUNAGRAHITA)

 

Tingkat Intelektual anak tunagrahita menurut IDEA :

 

Ringan (IQ : 51 – 70),

Intermittent Support (bantuan dipergunakan saat dibutuhkan,red), mampu didik, dapat bekerja, tidak ada kelainan fisik

 

Sedang (IQ : 36 – 50),

Limited Support (bantuan konsisten saat tertentu saja,red), mampu latih, penundaan aktivitas secara terbatas, dan ada kelainan fisik bawaan

 

Berat (IQ : 20 – 35),

Extensive Support (bantuan dipergunakan secara berkala,red), mampu rawat, tidak dapat menjaga kebersihan pribadi, memiliki kelainan fisik

 

Sangat berat (IQ di bawah 20),

Pervasive Support (bantuan konsisten dengan intensitas sangat tinggi,red), tidak dapat bergerak sendiri dan bicara sangat terbatas

 

5) Anak Lambat Belajar (SLOW LEARNER)

 

Tingkat IQ 71 – 89

Untuk kegiatan harian, tidak memerlukan banyak bantuan

Untuk kegiatan belajar membutuhkan bimbingan belajar dengan cara 5R, yaitu: repeat, reinforcement, reward, recall, remind.

 

Karakteristik khususnya adalah :

- Perilaku tidak sesuai dengan usia

- Sulit memahami hal yang abstrak

- Sulit mengingat

- Sulit mengikuti instruksi panjang

- Sulit mengendalikan emosi

- Ada yang memiliki wajah mirip

- Ada yang bicara kurang jelas

- Ada yang mengalami kesulitan bergerak

- Di sekolah, nilai untuk semua mata pelajaran ada di bawah nilai rata-rata kelas

 

6) Anak dengan Kecerdasan dan Bakat Istimewa (JENIUS)

 

Disebut anak jenius

Memiliki kecerdasan di atas rata-rata

Anak cerdas (gifted) memiliki kemampuan yang menonjol dan prestasi yang sangat baik di bidang akademik

Anak berbakat (talented) memiliki kemampuan yang menonjol dan prestasi yang sangat baik di bidang non akademik

 

Karakteristik khususnya adalah :

- Cepat mengerti instruksi

- Cepat memahami konsep

- Cepat mengerjakan tugas

- Menunjukkan keterlibatan yang tinggi

- Punya komitmen

- Kreatif dan inovatif

- Mudah bosan bila pelajaran diulang

- Suka usil dan mondar-mandir bila yidak ada kesibukan

- Memiliki kemampuan untuk memimpin

- Terkadang kurang teliti dan menggampangkan tugas

 

7.Anak dengan Autism (AUTISME)

 

Istilah lainnya anak dengan gangguan sosial emosi

Anak yang memiliki gangguan pada kemampuan komunikasi verbal dan non verbal serta interaksi sosialnya (IDEA)

 

Karakteristik khususnya adalah :

- Memiliki aktivitas yang berulang-ulang

- Terlambat dalam perkembangan komunikasi atau bahasa

- Rentan terhadap perubahan lingkungan atau aktivitas rutin

- Tidak ada kontak mata

- Respon tidak biasa dalam pengalaman sensorik

- Hambatan dalam interaksi sosial

- Ada yang memiliki kemampuan khusus yang berkembang baik

- Sebagian menunjukkan hiperaktivitas dan fokus perhatian rendah

- Ada yang membeo, ada yang tidak bisa bicara sama sekali

 

8) Anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian

 

Istilah lainnya anak hiperaktif

Anak yang mengalami ketidakmampuan dalam memusatkan perhatiannya pada dua atau lebih situasi yang berbeda

 

Karakteristik khusus :

- Perhatian mudah teralih

- Menghentikan atau meninggalkan suatu tugas sebelum selesai

- Sering beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lain

- Dalam situasi yang menuntut keadaan yang relatif tenang, anak merasa gelisah

- Berjalan mondar-mandir, berlari tanpa arah, melompat berlebihan

- Bicara berbelit-belit, suka memotong pembicaraan

- Tidak sabar menunggu giliran

- Memberikan respon yang terlalu cepat (impulsif)

- Sulit untuk duduk tenang

 

8) Anak dengan Kesulitan Belajar Spesifik

 

a).Disleksia:  Definisi disleksia menurut Critchley (1970), adalah kesulitan membaca, menulis, dan mengeja (disotografi,red), tanpa adanya gangguan sensorik perifer. Dalam arti tidak memiliki kelemahan pada pendengaran, penglihatan, inteligensi, emosional primer atau lingkungan kurang menunjang.

 

Disleksia adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis.

 

b).Disgrafia: Gangguan disgrafia mengacu kepada anak yang mengalami hambatan dalam menulis, meskipun inteligensianya normal (bahkan ada yang di atas rata-rata,red) dan dia tidak mengalami gangguan dalam motorik maupun visual. Anak dengan gangguan disgrafia mengalami kesulitan dalam mengharmonisasikan ingatan dengan penguasaan gerak ototnya secara otomatis saat menulis huruf dan angka.

 

c).Diskakkulia: Gangguan pada kemampuan kalkulasi secara matematis, akan menunjukkan kesulitan dalam memahami proses-proses matematis. Hal ini biasanya ditandai dengan munculnya kesulitan belajar dan mengerjakan tugas yang melibatkan angka ataupun simbol matematis. Biasanya terjadi pada saat anak menginjak usia sekolah sekitar usia 7 tahun. Penderita diskalkulia umumnya mempunyai IQ normal, tetapi ada yang melebihi rata-rata atau cukup tinggi.

 

d).Dispraksia: Gangguan atau ketidakmatangan anak dalam mengorganisir gerakan akibat otak kurang memproses informasi sehingga pesan-pesan tidak secara penuh atau benar ditransmisikan. Dispraksia mempengaruhi perencanaan apa-apa yang akan dilakukan dan bagaimana melakukannya. Hal ini menyebabkan timbulnya kesulitan dalam berpikir, merencanakan dan melakukan tugas-tugas motorik atau sensori.

 

Karakteristik secara umum pada anak berkesulitan belajar khusus adalah:

- Sulit dalam mengekspresikan diri,

- Sulit belajar calistung,

- Bicara berbelit,

- Tulisan sukar dibaca,

- Tulisan sering terbalik,

- Tertinggal atau berlebih,

- Kikuk atau ragu dalam bergerak,

- Menunjukkan gangguan orientasi arah ruang (kanan-kiri, atas-bawah, depan-belakang,red),

- Sulit memahami isi bacaan, (ada yang sulit berkonsentrasi).

 

Dari pembahasan tentang ABK (Anak Berkebutuhan Khusus,red) diatas, dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita. Ternyata di lingkungan masyarakat, sekitar kita banyak anak-anak yang termasuk ABK mulai dari yang masih bayi sampai sudah dewasa, sangat merepotkan memang, tetapi itulah kenyataan yang ada. Sebuah anugerah dari Tuhan yang dititipkan dan diberikan kepada salah satu dari kita dan merupakan tanggung-jawab yang besar bagi para orang tua ABK. Mereka dengan cinta dan kasih-sayang luar-biasa, membesarkan dan mendidik putra-putri mereka, untuk masa depan yang lebih baik dan bermartabat, mereka berhak mendapatkan kasih-sayang yang sama seperti anak-anak yang lain.

 

Penulis  : Firdiani Yuliana, S.Psi

 

Sumber Pustaka: Buku Pintar Kesehatan Anak Aulia Fadli, Psikologi Pembelajaran,M.Asrori, Anak Desa Penyandang Cacat, David Werner dkk, Masa Depan Pendidikan Inklusif,Prof.Suyanto.Ph.D,Dr.Mudjito AK.MSi, dan Buku Khusus Tulkit LIRP,Ir.Sri Renani P.

11 CARA MENGAJAR ANAK AUTIS MEMBACA SAMPAI LANCAR

Salah satu macam macam gangguan psikologis pada anak adalah kondisi autis yang selalu mendapatkan perhatian khusus dari orang tua. Ada beberapa  jenis – jenis autis dengan berbagai penyebab anak autis yang berbeda-beda. Tanda autis bisa dikenal sejak masih bayi atau ketika anak berumur dibawah tiga tahun. Kondisi yang sangat sering berhubungan dengan autis adalah masalah seperti anak lambat bicara atau anak 3 tahun belum lancar bicara. Ini bukan hal yang mudah untuk dihadapi karena perkembangan pendidikan anak juga bisa terhambat. Anda mungkin ragu bahwa anak terlambat bicara apakah autis, yang kemudian bisa membuat anak juga sangat lambat untuk mulai membaca. Lantas bagaimana jika anak harus masuk sekolah agar bisa berkembang seperti anak yang normal. Anda tidak perlu panik karena kami akan membahas mengenai cara mengajar anak autis membaca di rumah seperti berikut ini:

 

1) Memberikan perintah secara langsung

Langkah pertama untuk mengajari anak autis membaca adalah dengan memberikan perintah secara langsung. Ini langkah yang sama seperti dengan cara mengajari anak disleksia. Anda perlu memberi penjelasan pada tahap awal kemudian ulangi sekali lagi. Setelah anak bisa berkonsentrasi maka minta anak untuk mengulangi apa yang sudah diajarkan. Mengajari membaca dengan konsep ini juga bisa membantu sebagai cara mengatasi anak autis ringan. Tapi Anda harus sabar karena anak mungkin merasa sulit pada saat baru mulai belajar membaca.

 

 

2) Belajar membaca secara berurutan

Jika Anda mau mengajari anak autis bisa membaca dengan baik maka Anda harus mencoba tehnik belajar secara berurutan. Ini sangat penting untuk membantu anak agar bisa fokus pada setiap pelajaram. Anda bisa mengenalkan huruf dari huruf pertama. Kemudian kenalkan lima atau enam huruf yang berbeda untuk setiap hari. Ulangi lagi pada hari berikutnya sehingga anak tidak lupa. Ini sama seperti dengan   cara mengajari anak membaca pada anak yang normal tapi memang harus dilakukan dengan lebih lambat.

 

3) Belajar membaca dengan konsep

Mengenalkan huruf dan cara membacanya bisa membuat anak autis menjadi mudah emosi. Mereka akan lebih sering marah karena itu begitu sulit. Kecuali memang anak autis tersebut memiliki tingkat IQ khusus yang membuat anak lebih cerdas. Salah satu cara melatih anak membaca adalah dengan mengenalkan konsep. Anda bisa menempelkan huruf atau kata pada gambar. Anak tidak perlu melihat gambar saja tapi mencoba untuk melihat huruf kemudian menyebutnya.

 

4) Belajar dengan tehnik Multisensorik

Adanya gangguan tumbuh kembang anak autis memang perlu mendapatkan perhatian khusus. Mungkin anak memiliki perkembangan motorik halus anak yang sangat baik dan sehat. Tapi pada dasarnya anak autis membutuhkan cara sendiri untuk belajar. Beberapa anak hanya ingin melihat, mendengar suara atau bahkan menyentuh. Untuk itu Anda harus mencoba untuk melakukan semua cara saat mengajari anak membaca. Anda bisa membuat anak melihat benda dari setiap huruf yang dibaca, menyetuh dari alat peraga huruf dan bahkan mendengarkan kaset suara. Dengan cara ini maka Anda bisa membuat anak belajar dengan cara yang lebih menyenangkan.

 

5) Belajar di papan tulis

Metode belajar dengan papan tulis adalah metode kuno yang ternyata memberi manfaat yang sangat baik untuk anak autis. Karena anak autis terkadang juga menunjukkan ciri ciri anak autis hiperaktif, maka Anda harus membantu anak fokus. Anda bisa menulis huruf atau kata atau kalimat di papan tulis. Kemudian ajarkan untuk membaca dan mengejanya. Mulailah dari huruf yang sederhana sesuai dengan urutan kemudian ulangi lagi. Tidak hanya huruf saja karena Anda bisa mengenalkan angka sebagai cara mengajari anak mengenal angka. Dan Anda bisa memberi contoh untuk menulis sebagai cara mengajari anak menulis rapi untuk anak autis.

 

 

6) Memberi contoh konkret

Kesulitan yang sering dialami oleh anak autis adalah tidak bisa menerima penjelasan seperti anak yang lain. Untuk itu Anda harus mencoba untuk memberi contoh dengan jelas. Katakan dengan pelafalan yang jelas, tulis pada papan tulis atau kertas kemudian berikan contoh gambar. Metode ini sama seperti ketika mengajarkan anak TK untuk belajar mengenal huruf. Anda juga bisa memberi contoh dengan menggunakan ubin bergambar huruf yang juga bisa digunakan sebagai mainan untuk bayi 6 bulan  dan mainan untuk bayi 4 bulan.

 

7) Jangan lupa memberikan pujian

Jika anak Anda sudah belajar membaca dan menunjukkan kemajuan maka berikan hadiah. Anda tidak harus memberikan hadiah berupa barang tapi pujian. Pada dasarnya anak yang autis juga sama seperti anak yang lain. Mereka ingin dipuji dan mendapatkan sanjungan yang bisa membuat anak semakin percaya diri. Sesekali tidak masalah jika Anda memberikan hadiah seperti mainan atau yang disukai anak. Dengan  cara mendidik anak agar percaya diri ini maka anak juga bisa belajar berani. Dan Anda tetap perlu mencoba cara mendidik anak agar berani.

 

8) Belajar membaca saat bepergian

Meskipuan anak Anda juga mengalami ciri fisik anak autis atau ciri ciri anak autis hiperaktif tapi Anda tidak perlu membuat anak selalu diam di rumah. Anda bisa mengajak anak untuk bepergian keluar rumah atau bermain ke arena permainan. Dan jangan lupa untuk menemukan banyak tulisan yang bisa dikenalkan pada anak. Baca keras-keras sehingga anak tahu dan minta anak untuk mengulanginya. Kemudian sesekali minta anak untuk membaca atau menebak huruf yang ditemukan. Percayalah ini akan menjadi cara yang menyenangkan.

 

9) Diskusi dengan topik tertentu

Salah satu penyebab anak cepat marah pada anak yang autis adalah ketika mereka terhambat untuk bicara. Anda bisa mencoba melakukan terapi anak terlambat bicara pada anak autis dengan cara yang menarik. Salah satunya adalah berdiskusi atau Anda memulai berbicara lebih banyak pada anak. Secara lambat atau cepat maka anak akan mengikuti kebiasaan ini. Saat anak sudah mulai bicara maka coba bacakan buku dan diskusikan cerita dari buku itu. Minta anak untuk menunjuk huruf atau gambar pada buku tersebut.

 

 

10) Menggunakan buku bersuara

Kemudian cara mengajar anak autis membaca yang lain adalah dengan menggunakan alat bantu tulis. Salah satu alat yang banyak dijual sekarang adalah buku bersuara. Buku akan bersuara ketika dibuka, kemudian ketika beberapa huruf disentuh. Ini memang mirip dengan gadget namun Anda tidak perlu khawatir dengan bahaya gadget bagi balita dan bahaya gadget bagi anak karena ini alat untuk belajar. Minta anak untuk menyentuh huruf, mengenalnya kemudian mengulangi lagi.

 

11) Mulai mengurangi bahan visual

Saat Anda sudah terbiasa mengajari anak autis membaca dengan alat bantu seperti gambar, maka Anda harus menguranginya. Kebiasaan hanya mengenal gambar bisa membuat anak menebak bacaan dari gambar tersebut. Jadi perlahan hilangkan gambar dan hanya menggunakan huruf saja. Ini sangat tepat untuk anak karena bisa mendorong anak autis belajar lebih baik lagi. Dan cara ini ternyata juga digunakan sebagai terapi anak ADHD yang paling efektif.

 

Nah inilah semua cara mengajar anak autis membaca paling efektif yang bisa mendorong anak untuk belajar lebih banyak. Anda juga bisa menggunakan cara-cara ini untuk mengajari anak dengan kondisi lain yang hampir mirip.

 

Penulis : Tri Astuti,

 

Copyright © 2015 All Rights Reserved

Mustika Home Schooling Anak Berkebutuhan Khusus